JAKARTA, PARLEMEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, Juliyatmono, menekankan pentingnya perlindungan serta pemerataan distribusi guru sebagai kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI bersama Asosiasi Psikologi Indonesia dan Forum Guru Banten (FGB) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dalam forum tersebut, Juliyatmono mengapresiasi berbagai masukan terkait penataan tenaga pendidik, termasuk persoalan distribusi guru yang masih belum merata di sejumlah daerah.
Menurutnya, ketimpangan distribusi guru dapat berdampak langsung pada kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan penempatan guru dilakukan secara adil dan merata.
Selain distribusi, Juliyatmono juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai, guru harus mendapatkan jaminan keamanan dan kepastian hukum agar dapat mengajar dengan tenang dan profesional.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja guru. Dengan kesejahteraan yang memadai, guru diharapkan dapat lebih fokus dalam mendidik dan membentuk karakter generasi bangsa.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), anggaran kesejahteraan guru terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp211,4 triliun pada 2026, yang mencakup gaji, tunjangan, dan berbagai insentif lainnya.
Juliyatmono juga mendorong peningkatan kompetensi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta sertifikasi, termasuk membuka peluang bagi lulusan psikologi untuk berkontribusi sebagai tenaga pendidik.
Ia berharap, melalui penataan distribusi, perlindungan yang kuat, serta peningkatan kompetensi, sistem pendidikan nasional dapat lebih merata dan berkualitas di masa mendatang (RED).

Komentar